Laboratorium Mikrobiologi

Aug 06, 2018
admin

litulitu

Laboratorium Mikrobiologi BPMB merupakan salah satu laboratorium Mikribiologi terbaik yang ada saat ini. Kami melayani berbagai pengujian mikrobiologi .

Proses pengerjaan di dalam sebuah laboratorium Mikrobiologi harus melalui berbagai macam Teknik-teknik dasar yang telah teruji di laboratorium mikrobiologi, Teknik tersebut adalah:

Aseptsi dan kerja Steril

Salah satu model atau metode yang di gunakan adalah metode steril , kerja secara aseptis dan steril adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika melakukan kegiatan baik itu sebuah praktikum maupun pengujian di dalam laboratorium mikrobiologi . kerja secara steril merupakan pkerja pengujian di dalam labpratorium yang bebas dari segala macam jenis mikroorganisme, termasuk endorspa bakteri. Sementara itu kerja secara aaseptis adalah kerja atau pengujian dalam kondisi tercegah dalam terjadinya infeksi kepada para penguji di dalam laboratorium, maupun menginfeksi jaringan atau material yang telah di sterilkan.

Pentingnya model metode aseptis diperlukan dalam sebuah pengujian di dalam laboratorium mikrobiologi untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap segala variable yang ada di dalam laboratorium tesebut.. Mikroorganisme memiliki kemungkinan untuk mengontaminasi sampel dan banyak hal di dalam labpratorium salah satunya kultur biakan murni, sebelum melakukan kultur biakan murni semua peralatan di dalamlaboratorium wajib hukumnya ada pada kondisi steril,setelah dipastiken steril barulah dilakukan prosesaseptik di dalam laboratorium mikrobiologi, untuk memastikan bahwa proses biakan murni benar-benar dilaksanakan menggunakan metode yang tepat.

Pembuatan media mikroba dalam laboratorium mikrobiologi.

Mikroba dan mikroorganisma lain dapat juga di kebang biakan atau di tumbuhkan di dalam laboratorium mikrobiologi. Agar mencapai hal tersebut di butuhkan berbagai macam komponen-komponen nutrisi yang nantinya akan dapat membantu pertumbuhan dan oengembang biakkan mikroba dan mikri organisme tersebut di dalam laboratorium mikrobiologi

Komponen untuk pertumbuhan tersebut di sebut sebagai kultur medium, kultur medium dapat diperoleh dari banyak hal salah satunya adalah substrat mikroorganisme yang berkaitan atauoun didapatkan dari hasil sintetis bahan-bahan kimia luar.

MIkroorganisme lain dan bakteri juga dapat ditemukan di alam seperti lautan, samudera, danau, sungai, tanah, udara dan pada materi yang hidup dan materi yang mati. Material tersebut di ketauhi sebagai media alamiah karena sumbernya berasal dari alam. Media alamiahh juga disebut sebagai media substrat, substrat memiliki beberapa kekurangan apabila akan digukana sebagai kultur medium oleh para penguji, karena substrat cenderung memiliki komosisi nutrisi ata kandungan yang belum diketahui secara mendetail

Sementara itu medium mikrobadapat dibuat juga dari bahan-bahan kimia yang sifatnya sintetis. Mediuj tersebut memiliki kelebihan yaitu komposisinya telah diketahui secara pasti oleh para peneliti, medium tersebut juga dapat dinamakan pula sebagai medium sintetis, ada pula medium yang dibuat oleh peneliti dari campuran subtract yang telah kita sebut di atas yang dicampurkan degan senyawa kimia, hal tersebut biasa di sebut sebagai medium semi alamiah.

Laboratorium Mikrobiologi milik BPMB selalu mengedepankan kualitas dalam proses pengujian terkait mikrobiologi, tidak main-main semua peralatan kami merupakan peralatan yang diimport langsung dari jerman, dan juga dioperasikan oleh penguji-penguji handal di bidangnya.

Laboratorium kami telah terakreditasi oleh KAN, dan telah mendapatkan sertifikat ISO, sehingga membuat laboratorium mikrobiologi kami semakin terpercaya dan dapat dibandingkan dengan competitor lain yang ada.

Ruangan laboratorium mikrobiologi kami pun selalu ada dalam suhu yang kondusif, karena setiap mikroorganisme memiliki Batasan suhu yang berbeda-beda yang dapat membuat mikroorganisma tersebut untuk bermetabolisme dan melakukan pertumbuhan. Kami selalu berusaha untuk mencapai suhu optimum agar pertumbuhan mikroorganisme dapat cepat terjadidan sesuai dengan kebutuhan dari klien dan juga data yang di dapat menjadi sangat akurat.

Suhu optimum ini pun berbeda -beda mulai dari 4 derajat selsius hingga ada beberapa mikroorganisme yang suhu idealnya adalah lebih dari 100 derajat selsius. Namun pada umumnya kisaran suhu optimal pertumbuhan bakteri ada di antara 20 derajat selsius hingga 5- derajat selsius. Apabila dilihat dari cara mikroba beradaptasi dengan suhu yang ada maka mikroba dapat di klasifikasikan menjadi beberapa grup, yaitu mikroba yang menyukai kondisi dingin, mikroba yang menyukai kondisi sedang dam mikroba yang menyukai kondisi panas/

Mikroba juga memiliki kondisi berbeda-beda dalam hal pH, kandungan oksigen, kandungan nutrisi dan jumlah ph. Jka dilihat dari pH maka umumnya bakteri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik yaitu di sekitar 6,5-7,5 namun tetap ada mikroba yang bisa tahan dalam kondisi pH rendah atau biasa disebut asam, dan mikroba yang tahan dalam kondisi tinggi atau basa,

Ada juga cara lain untuk memngklaisfikasikan pH dilihat dari cara mereka beradaptasi  terhadap oksigen. Mikroba kembali terbagi menjadi dua kelompok yaitu aerob dan mikroba anaerob, anaeerob adalah mikroba yang tidak membutuhkan atau tidak menyukai keberadaan oksigen, sedang mikroba aerob adalah mikroba yang membutuhkan dan menyukai keberadaan oksigen. Jika dilihat atau di tinjau dari kandungan onutrisi setiap mikroorganisme membutuhkan berbagai macam komposisi nutrisi yang tentunya bermacam-macam dan berbeda-beda.

Transfer Mikroorganisme

Transfer mikroorganisme adalah teknik dasar berikutnya dalam praktikum mikrobiologi. Sama halnya dengan kegiatan membuat dan menuang medium, kegiatan transfer mikroorganisme juga memerlukan teknik aseptik sehingga kontaminasi mikroba yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Selain itu, ketelitian dan kecepatan kerja juga harus diperhatikan dalam melakukan transfer mikroorganisme. Bekerja lamban akan memakan waktu sehingga mengakibatkan bahan yang akan diamati atau diperiksa terlalu lama berhubungan dengan udara sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya kontaminasi.  Bekerja terlalu cepat juga akan memperbesar peluang kurangnya bekerja secara aseptik (Gandjar dkk. 1992).

Terdapat sejumlah prosedur dasar dalam melakukan transfer mikroorganisme. Hal yang pertama kali dilakukan adalah membersihkan daerah kerja dengan menggunakan desinfektan. Hal yang dilakukan berikutnya, seluruh pekerjaan selalu dilewatkan kepada api yang bertujuan agar setiap pekerjaan dalam keadaan yang aseptis.  Ketika akan memulai pekerjaan, jarum inokulasi dilewatkan di atas api. Kemudian sumbat tabung reaksi dibuka dan leher tabung dilewatkan di atas api pula. Selanjutnya, jarum inokulasi dimasukkan ke dalam kultur biakan di dalam tabung dan jarum tersebut kemudian dimasukkan ke dalam medium yang belum ada biakan.  Sebelum sumbat ditutup, leher tabung harus dilewatkan di atas api lagi. Jarum inokulasi yang telah digunakan juga dilewatkan di atas api untuk membunuh mikroorganisme yang masih tersisa (Harley & Prescott, 2002).

Ada beberapa cara dalam melakukan transfer mikroorganisme, yaitu dengan metode zig-zag (streak) atau hanya menaruh pada suatu titik (stab). Metode zig-zag biasa digunakan untuk memindahkan biakan khamir dan bakteri. Cara memindahkannya yaitu dengan mengesekkan ujung jarum loop yang telah mengandung khamir/bakteri secara zig-zag di atas permukaan medium mulai dari ujung bagian bawah sampai bagian atas (jika medium terdapat dalam tabung reaksi). Metode yang lainnya, digunakan untuk memindahkan biakan kapang. Biakan kapang diambil sedikit dengan menggunakan jarum needle atau jarum tanam tajam, kemudian jarum diletakkan di atas permukaan medium miring kira-kira pada jarak 1/3 dari panjang permukaan medium (Gandjar dkk., 1992).

Dengan penjelasan di atas tersebut kami berharap anda dapat mempercayakan pengujian di laboratorium mikrobiologi milik kami yang telah bersertifikasi ISO dan terakreditasi KAN

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *