Mengenal Lampu LED

Jan 30, 2018
admin

MENGENAL LAMPU LED

I. Pendahuluan
Sebelum kita membahas lampu LED, kita akan lihat dulu apa itu LED, apa hubungan nya dengan lampu, sehingga disebut lampu LED.
LED singkatan dari Light Emiting Diode yaitu semikonduktor yang bekerja mengubah energi listrik yang diterimanya menjadi cahaya. Seperti kita ketahui, ada bermacam-macam jenis diode, antara lain:
• Diode photo (diode cahaya ), diode jenis ini merupakan diode yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada daerah-daerah reverse tertentu, sehingga arus tertentu saja yang dapat melewatinya. Diode cahaya ini biasa dibuat dengan menggunakan bahan dasar silicon dan Geranium. Diode cahaya ini banyak digunakan untuk alaram, pita data yang berlubang yang berguna sebagai sensor dan alat pengukur cahaya ( Lux meter ).
• Diode Varactor ( diode kapasitas ); diode ini merupakan diode yang unik, karena diode ini memiliki kapasitas yang dapat berubah ubah sesuai dengan besar kecilnya tegangan yang diberikan pada diode ini, misalnya : jika tegangan yang diberikan besar , maka kapasitas akan menurun berbanding terbalik, jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan diode ini secara reverse. Diode jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan suara pada Televisi dan pesawat penerima radio.
• Diode Rectifier ( diode penyearah ); diode jenis ini merupakan diode penyearah arus atau tegangan yang diberikan. Contohnya seperti arus berlawanan (AC) disearahkan sehingga menghasilkan arus searah (DC). Diode jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas tegangan yang dimiliki.
• Diode SCR / Silicon Control Rectifier , adalah diode yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Thyristor masih termasuk keluarga semi konduktor dengan karakteristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. isi SCR terdiri dari PNPN (Psitif Negatif Fositif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
• Diode Zener , diode jenis ini adalah diode yang memiliki kegunaan sebagai penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan.sesuai dengan kapasitas dari diode tersebut.contohnya, jika diode tersebut memiliki kapasitas 5,1 Volt, maka jika tegangan yang diterima lebih besar dari kapasitasnya maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 V, akan tetapi jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, diode ini tetap mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya.
• LED / Light Emiting Diode (diode emisi cahaya); merupakan salah satu piranti elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan elektronik yang disebut juga sebagai Optoelectronic dengan masing-masing elektroda nya berupa Anoda (+) dan Katoda (-). Diode jenis ini dikatagorikan berdasarkan arah bias dan diameter cahaya yang dihasilkan dan warnanya.
Seperti yang telah kita lihat diatas, LED merupakan salah satu bagian dari keluarga diode yang terbuat dari jenis bahan semikonduktor. Warna-warna yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang di gunakannya. Dengan adanya perkembangan waktu , LED juga digunakan untuk lampu,karena sifatnya yang memancarkan cahaya sehingga dikenal dengan nama lampu LED
II. Sejarah Lampu
Banyak jenis lampu yang kita gunakan sejak dahulu, dengan adanya perkembangan zaman. Sumber cahaya yang digunakan dari waktu ke waktu semakin berkembang, mulai dari :
1. Lampu pijar ( incandescent lamp / incandescent light bulbs) yang dikembangkan oleh Thomas Alfa Edison .
Lampu pijar memakai filament tungsten yaitu semacam kawat pijar di dalam bola kaca yang di isi gas nitrogen, argon, krypton, hydrogen dan sebagainya. Lampu ini membutuhkan lebih banyak energy dibandingkan lampu TL untuk mendapatkan tingkat terang yang sama. Lampu pijar atau bohlam biasa ini hanya bertahan 1000 jam atau untuk rata-rata pemakaian 10 jam sehari semalam, hanya bertahan kira-kira 3-4 bulan, dan setelah itu kita harus membeli bohlam yang baru.
Banyak orang menyukai lampu pijar karena warna yang ditimbulkannya adalah warna kuning, dan warna kuning lampu pijar tersebut terasa hangat dan juga karena harganya pun relative murah.

Gambar. 1.lampu pijar

Warna cahaya lampu pijar adalah kuning, dan derajat suhu warnanya 2500 -2700 K (Kelvin)

2. Lampu Fluorescent
Lampu fluorescent merupakan jenis lampu yang didalam tabungnya terdapat sedikit merkuri dan gas argon dengan tekanan rendah, serbuk phosphor yang melapisi seluruh permukaan bagian dalam kaca tabung lampu tersebut.
Jenis lampu Fluorescent yang dibedakan dari bentuknya, antara lain:
1) Linear Fluorescent
Lampu fluorescent dikenal dengan lampu neon.bentuk nya macam-macam, namun lampu TL( Tube lamp) yang banyak digunakan sejak dulu adalah dengan fitting yang khusus untuk lampu TL yang panjang. ada juga yang bentuk memanjang vertical dengan fitting (bentuk pemasangan ke kap lampu). Lampu TL lebih hemat energy dibanding lampu pijar dan lebih terang.
Untuk lampu TL yang berkualitas baik bisa bertahan sampai 15000 jam atau setara dengan 10 tahun pemakaian, harganya juga sekitar 10x lampu pijar biasa. Sedangkan untuk lampu TL yang berkualitas buruk mungkin bisa bertahan 4 -6 bulan . dengan jumlah watt (energy listrik) yang lebih kecil, lampu TL atau neon lebih murah digunakan dari pada membeli lampu pijar biasa. Lampu TL juga bervariasi baik bentuk, fitting, pemasangan serta warna cahaya nya.

Gambar.2.lampu Fluorescent (lampu TL)

2) Non Linear Fluorescent
Jenis lampu ini bentuknya ada yang lingkaran, leter “U “ dan ada juga yang berbentuk panel modul seperti papan.

Gambar 3. Lampu non linear fluorescent
3) CFL ( Compact Fluorescent Lamp )
Lampu hemat energy adalah jenis lampu compact dari fluorescent itulah sebabnya lampu ini juga disebut sebagai Compact Fluorescent lamp (CFL). Lampu CFL mengubah energy listrik menjadi cahaya.
Lampu CFL dibagi 2 jenis yaitu:
1) Self ballasted atau ballast yang sudah terinstal didalam rangkaian lampu sehingga dapat langsung dipasang pada fitting ulir biasa seperti yang banyak dipakai dirumah atau di tempat umum dan lampu ini dikenal dengan nama lampu swa ballast.
2) Lampu CFL yang harus memasangnya dengan ballast sendiri dan fitting khusus
Lampu CFL Self ballasted mempunyai 3 komponen yaitu:
• Sebuah tabung gelas diisi dengan argon dan uap merkuri yang dilapisi dengan lapisan bahan fluorescent
• Sebuah sirkit ballast elektronik
• Screwbase and housing

Gambar.4. Lampu CFL
Warna lampu CFL banyak macamnya, istilah yang biasa kita lihat pada kemasan lampu, ini tergantung produsen yang membuatnya, antara lain:
Color Temperature ( Kelvin)
color
2700
Warm
3500
Warm White
4100
Cool White
6500
Daylight

3. Lampu Halogen ,
adalah lampu yang dibuat dari kaca kuarsa. Lampu halogen biasanya dimanfaatkan sebagai lampu spot.
Yang dimaksud dengan lampu spot adalah lampu yang cahayanya tidak menyebar melainkan hanya mengarah ke satu area . misalnya lampu untuk menerangi benda seni secara terfokus.Lampu spot banyak digunakan sebagai penerangan taman untuk membuat kesan dramatis dari pencahayaan terpusat seperti menerangi patung, tanaman, kolam atau area lainnya. Jenis lampu ini sebenarnya merupakan lampu filament yang sudah berhasil dikembangkan menjadi lebih terang, namun juga kebutuhan energy (watt) yang relative sama.
Warna cahaya lampu halogen adalah:
Halogen biasa berwarna kuning 3000K
Halogen High pressure berwarna putih 6000K

Gambar .5 lampu. Halogen
4. Lampu LED.
LED (Light Emiting Diode) adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya kesemua arah ketika diberikan arus tegangan listrik atau tegangan maju. Dengan kata lain LED akan menjadi bercahaya jika ada arus listrik yang melewatinya. Oleh karena itu LED banyak digunakan sebagai lampu untuk penerangan rumah atau jalan.Lampu LED inilah yang menjadi pokok bahasan kita.

Gambar .6. lampu LED

III. Produk LED
Telah kita lihat sejarah lampu sesuai dengan perkembangan dari zaman ke zaman, banyak sekali perubahan tentang lampu.namun perlu kita lihat dan analisa tentang LED itu sendiri, karena asal mula nama lampu LED itu sendiri diambil dari nama salah satu diode, yaitu diode emisi cahaya (Light Emiting Diode)

Gambar.7. simbul dan bentuk LED
LED DIP ( Dual In- Line Package), adalah LED yang paling jadul.
LED DIP ini sangat mudah ditemui di toko-toko elektronika dan listrik. Harganya cukup murah (antara Rp400 – Rp 1000/ pcs), dengan varian warna beragam, ada merah, hijau, biru, putih ,kuning bahkan ada yang 1 LED bisa menampilkan cahaya 3 warna, 7 warna dan masih banyak lagi. Ukurannya juga bermacam-macam, ada yang diameter 3 mm; 5 mm; 8 mm sampai 10 mm; daya nya juga tidak lebih dari 1 Watt. Namun seiring dengan perkembangan waktu, LED juga makin berkembang.
A. Cara kerja LED
Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari anoda menuju ke katoda.
LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N .
Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K). kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat electron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).
LED yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah energy listrik menjadi energy cahaya.
B. Cara mengetahui Polaritas LED
Untuk mengetahui polaritas terminal Anoda (+) dan Katoda (-) pada LED kita dapat melihatnya seperti gambar dibawah. Ciri-ciri Terminal Anoda pada LED adalah kaki yang lebih panjang dan juga Lead Frame yang lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri Terminal Katoda adalah kaki lebih pendek dengan Lead Frame yang besar serta terletak di sisi yang Flat

Gambar.8. Polaritas LED
C. Warna –warna LED
Dengan adanya perkembangan teknologi, saat ini LED memiliki keanekaragaman warna diantaranya:
• Warna merah
• Warna kuning
• Warna biru
• Warna putih
• Warna hijau
• Warna jingga
• Warna infra merah
Keaneka ragaman warna pada LED (Light Emiting Diode) tersebut tergantung pada panjang gelombang dan senyawa semikonduktor yang dipergunakan.
Berikut ini adalah Table senyawa semikonduktor yang digunakan untuk menghasilkan variasi warna pada LED:
No
Bahan Semikonduktor
Panjang Gelombang
Warna
1
Gallium Arsenide (GaAs)
850 – 940 nm
Infra merah
2
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)
630 – 660 nm
Merah
3
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)
605 – 620 nm
Jingga
4
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsPN)
585 – 595 nm
Kuning
5
Aluminium Gallium Phosphide (AlGaP)
550 – 570 nm
Hijau
6
Silicon Carbide (SiC)
430 – 505 nm
Biru
7
Gallium Indium Nitride (GaInN)
450 nm
Putih

D. Tegangan Maju ( Forward bias) LED
Masing-masing warna LED (Light Emitting Diode) memerlukan tegangan maju untuk dapat menyalakannya. Tegangan maju untuk LED tergolong rendah sehingga memerlukan sebuah Resistor untuk membatasi Arus dan Tegangannya agar tidak merusak LED yang bersangkutan. Tegangan biasanya dilambangkan dengan tanda VF
No
Warna
Tegangan Maju @ 20 mA
1
Infra Merah
1,2 V
2
Merah
1,8 V
3
Jingga
2,0 V
4
Kuning
2,2 V
5
Hijau
3,5 V
6
Biru
3,6 V
7
Putih
4,0 V
.
IIII. Lampu LED

A. Lampu LED secara Umum
Lampu LED merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita, LED dulu umumnya digunakan untuk gadget seperti ponsel serta computer.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, berbagai produk yang memerlukan cahaya pun mengadopsi teknologi Light Emiting Diode (LED) ini, sehingga LED sudah banyak digunakan dan lampu LED merupakan lampu masa depan.
Teknologi LED memiliki berbagai kelebihan seperti:
• Tidak menimbulkan panas
• Tahan lama
• Tidak mengandung bahan berbahaya seperti mercury
• Hemat listrik
• Bentuknya yang kecil
Berikut ini beberapa pengaplikasian LED dalam kehidupan sehari –hari:
1) Lampu Penerangan Rumah
2) Lampu penerangan jalan
3) Papan iklan (Advertising)
4) Backlight LCD (TV, Display, Handpone, Monitor)
5) Lampu Dekorasi interior maupun eksterior
6) Lampu indicator
7) Pemancar infra merah pada remote control (TV, AC, Audio Video player)
Lampu LED adalah lampu yang sumber cahaya nya berasal dari kumpulan LED sehingga dapat digunakan untuk penerangan.
Lampu LED merupakan lampu indicator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut. Misalnya pada sebuah computer, terdapat lampu LED power dan LED indicator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.
B. Lampu LED Swa-balast.
Sedangkan menurut SNI IEC 62560:2015 Lampu LED swa-ballast untuk layanan pencahayaan umum dengan tegangan > 50V – Spesifikasi keselamatan , definisi Lampu LED Swa-ballast adalah unit yang tidak dapat dilepas tanpa merusak secara permanen, dilengkapi dengan kaki lampu dan menggabungkan sumber cahaya LED dan tambahan elemen yang perlu bagi operasi stabil cahaya.
Adapun isi dari SNI IEC 62560:2015 adalah mencakup:
1.. Ruang lingkup SNI IEC 62560:2015 : Standar ini menetapkan persyaratan keselamatan dan mampu tukar, bersama-sama dengan metode uji dan kondisi yang diperlukan untuk memperlihatkan kesesuaian lampu LED dengan sarana terpadu untuk operasi stabil (lampu LED swa-balast),yang dimaksud untuk keperluan rumah tangga dan pencahayaan umum serupa yang mempunyai:
? Daya pengenal sampai dengan 60 W
? Tegangan pengenal > 50 V sampai dengan 250 V
? Kaki lampu menurut table 1 (mampu tukar ukuran dan dimensi kaki lampu)
4. Persyaratan umum dan persyaratan uji Umum
4.3.Pada umumnya semua pengujian dilakukan pada tiap jenis lampu atau, bila melibatkan serentang lampu serupa, untuk tiap daya dalam rentang tersebut atau pada wakil yang dipilih dari rentang tersebut, atas kesepakatan pabrikan.
4.4. Bila lampu gagal dengan aman selama salah satu pengujian, lampu diganti, asalkan tidak ada api, asap atau gas mudah terbakar yang dihasilkan. Persyaratan selanjutnya pada kegagalan aman diberikan dalam klausul 12.

5. Penandaan
5.1. lampu harus diberi tanda yang jelas dan tahan lama dengan penandaan wajib sebagai berikut:
a) Tanda asal ( ini bisa dalam bentuk merek dagang, nama pabrikan atau nama vendor bertanggung jawab)
b) Tegangan pengenal atau julat tegangan (ditandai dengan “V” atau “Volt” )
c) Jumlah daya pengenal ( ditandai dengan “W” atau “Watt”)
d) Frekuensi pengenal ( ditandai dengan “Hz” )
5.2. Sebagai tambahan, keterangan berikut harus diberikan oleh pabrikan lampu pada lampu atau bungkus lampu atau kemasan atau dalam petunjuk pemasangan.
a) Posisi penyalaan, kalau dibatasi, harus ditandakan dengan lambing yang sesuai. Contoh lambing diperlihatkan dalam lampiran.B.
b) Arus pengenal (ditandai “A” atau “Ampere”)
c) “Untuk lampu dengan berat lebih tinggi dibandingkan lampu pengganti, harus diperhatikan bahwa peningkatan berat bisa mengurangi kestabilan mekanik luminer dan fiting tertentu serta dapat merusak kontak dan retensi lampu “.
d) Kondisi atau pembatasan khusus yang harus diamati operasi lampunya, misalnya operasi pada sirkit peredupan. Bila lampu tidak cocok untuk peredupan, lambing dalam gambar 1 bisa digunakan:

e) Untuk perlindungan mata, lihat persyaratan IEC/TR 62471-2.
5.3. Pengujian pemeriksaan sifat tampak, dilakukan dengan pemeriksaan secara visual ( dengan pengamatan mata)
– Pemeriksaan konstruksi dan keamanan
– Pemeriksaan ketahanan uji penandaan:
? Digosok secara perlahan selama 15 detik dengan kain yang dibasahi air
? Setelah kering, digosok lagi secara perlahan selama 15 detik dengan kain yang dibasahi heksana

6. Pengujian Mampu tukar
LED harus mampu tukar dengan cara dapat dilakukan dengan penggunaan kaki lampu sesuai dengan IEC 60061-1 dan diukur sesuai dengan IEC 60061-3.
Kesesuaian diperiksa dengan penggunaan ukuran yang relevan
6.2. momen tekuk, tarikan aksial dan massa
Nilai momen tekuk , diberikan oleh lampu LED pada fiting lampu atau lampholder tidak boleh melebihi nilai yang diberikan dalam table 2
7. Perlindungan terhadap kejut listrik
Kesesuaian diperinksa menggunakan jari uji, jika diperlukan dengan gaya 10 N. lampu dengan kaki lampu Edison dilskuksn menggunakan gauge sesuai IEC 61-3, lembar 7006 – 51A untuk kaki lampu E 27 dan lembar 7006 – 55 untuk kaki lampu E 14.
Lampu dengan kaki lampu sekrup Edison harus dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan persyaratan tak terakses/ tak tersentuh bagian bertegangan lampu layanan pencahayaan umum / General Lighting Service ( GLS ) .
8. Ketahanan insulasi dan kuat listrik setelah perlakuan kelembaban
Lampu LED dikondisikan selama 48 jam didalam Chamber dengan kelembaban 91 % – 95 % dan suhu antara 20 – 30 °C.
1) Resistansi isolasi, harus diukur dalam Chamber,menggunakan tegangan arus searah (DC) kira-kira 500 V,setelah dikenakan tegangan selama 1 menit. Pengukuran resistan isolasi tersebut dilakukan antara bagian logam penghantar arus pada kaki lampu dan bagian lampu yang dapat disentuh(ditutup dengan kertas logam)harus tidak kurang dari 4 M ?
2) Pengujian Kuat listrik / tegangan listrik, segera setelah dikenakan pengujian resistansi isolasi, bagian yang sama seperti ditetapkan diatas kemudian dikenakan pengujian kuat listrik selama 1 menit dengan tegangan sebesar 4000 Volt arus bolak balik ( AC) . selama pengujian , kontak suplai kaki lampu dihubung- singkat; selama pengujian tidak boleh terjadi lewat denyar (flashover) atau tembus listrik.
9. Kuat Mekanik
Pengujian ketahanan puntiran /torsi dilakukan dengan alat pemegang uji. Kaki lampu harus tetap terpasang kokoh pada lampu atau bagian lampu yang digunakan untuk sekrup pengencang pada lampu saat dikenakan puntiran sesuai table.3
10. Kenaikan suhu kaki lampu
Pengukuran harus dilakukan pada tegangan pengenalnya. Kalau lampu ditandai dengan julat tegangan, lampu harus diukur pada tegangan maksimum julat tersebut. Syaratnya tidak boleh melebihi nilai 120 K.
11. Ketahanan terhadap panas.
Lampu LED harus tahan terhadap panas. Bagian luar dari bahan isolasi berfungsi sebagai pelindung terhadap kejut listrik..
? Pengujian dilakukan dalam lemari pemanas ( oven).pada bagian isolasi yang melindungi bagian yang bertegangan diberikan suhu minimum 125 °C dan bagian laonnya 80 °C
? Permukaan bagian yang akan diuji ditempatkan pada posisi horizontal/ mendatar dan bola baja berdiameter 5 mm ditekankan pada permukaan tersebut dengan gaya 20N.keping uji harus mempunyai ketebalan minimum 2,5 mm, tapi bila ketebalan tidak mencapai 2,5 mm, dua atau lebih potongan bisa ditempatkan bersama-sama (bertumpuk)
? Setelah 1 jam bola dilepaskan dari keeping uji, kemudian direndam kedalam air dingin selama 10 detiksehingga mencapai suhu ruang. Diameter lekukan /bekas tekanan diukur, dan tidak boleh melebihi 2mm.
12. Ketahanan terhadap api dan penyalaan
Bagian dari bahan isolasi yang menahan bagian bertegangan dan bagian luar dari bahan isolasi yang memberikan perlindungan kejut listrik dikenakan uji kawat bara (glow wire-test) dengan suhu 650 °C. Bagian yang terbakar atau membara pada contoh uji harus padam dalam waktu 30 detik sejak kawat bara dijauhkan.bagian tetesan yang jatuh, tidak boleh membakar kertas tissue yang diletakkan mendatar dibawah contoh uji.
13. Kondisi Kegagalan
Lampu LED tidak boleh merusak keselamatan ketika dioperasikan di bawah kondisi kegagalan yang mungkin terjadi selama penggunaan dimaksud.
Tiap kodisi kegagalan berikut diterapkan bergiliran, seperti halnya kondisi kegagalan lain yang mungkin ditimbulkannya sebagai konsekuensi logis.
? 1 pcs kondisi listrik ekstrim (lampu mampu redup)
? 1 pcs kondisi listrik ekstrim ( lampu non redup )
? 1 pcs hubung singkat pada kapasitor
? 4 pcs kondisi kegagalan pada komponen elektronik
Masing-masing kondisi kegagalan dikenakan secara bergantian, seperti urutan kondisi gangguan yang mungkin terjadi . kondisi gangguan hanya pada satu komponen.
1) Pada sirkit saklar penyala, starter dihubung singkat
2) Hubung singkat pada kapasitor
3) Lampu tidak dapat menyala, karena satu katoda rusak
4) Lampu tidak dapat menyala, walaupun sirkit katoda utuh (lampu tidak aktif)
5) Lampu bekerja, namun satu katoda tidak diaktifkan atau rusak (oleh penyearahan)
6) Pembukaan atau penyambungan pada titik lain pada sirkit
Pabrikan atau penjual yang ditunjuk harus mengajukan lampu yang dipersiapkan khusus untuk kondisi gangguan yang memungkinkan penerapan gangguan pada lampu dengan menggunakan saklar yang dioperasikan dari luar lampu.
14. Jarak Rambat dan Jarak bebas
Persyaratan IEC 61347-1 berlaku kecuali untuk bagian dapat diakses konduktif berlaku IEC 60598-1.
Dengan adanya acuan SNI IEC 62560:2015 , penerapan mutu lampu LED swa-balast dapat dilaksanakan.

C. Jenis-jenis lampu LED.

1. Jenis Miniature LED.
Lampu LED miniature biasanya digunakan sebagai lampu pada indicator sebuah alat, maupun hanya sebagai hiasan saja. Contoh dari jenis LED miniature yaitu lampu indicator, pada remote; TV, Radio Tape.

2. Jenis Super Flux LED
Lampu LED jenis ini merupakan LED yang membutuhkan konsumsi daya paling tinggi dibanding jenis lainnya. Itu terjadi karena super flux LED memiliki dua buah kutub positif dan dua buah kutub negative. Jenis ini cocok untuk lighting panggung atau penerangan papan iklan dengan ukuran besar.

3. Jenis Bicolor LED
Lampu LED jenis ini dapat menghasilkan beberapa warna secara bergantian dalam satu waktu dan pada lampu yang sama. Jenis LED bicolor ini sering digunakan dalam dekorasi ruangan, café, taman atau untuk aksen pada mainan anak-anak

4. Jenis Surface Mount Device LED
Jenis LED ini disebut juga SMD, karakteristiknya dilengkapi chips yang kecil dan berukuran cukup kecil, LED jenis ini dijumpai pada lampu senter, lampu emergency , lampu hias , dan lain-lain

5. Jenis chips on Board LED
Jenis lampu LED ini biasa disingkat dengan nama COB , LED yang terdiri dari ribuan chip yang tersusun di dalam suatu papan. Ini merupakan sebuah pengembangan dari sistem SMD LED, akan tetapi pancaran cahaya yang dihasilkan COB lebih merata dibandingkan SMD

6. Jenis High Power LED
Inilah Jenis LED yang mampu menghasilkan cahaya yang paling kuat dibandingkan jenis LED yang lain. Jenis High Power LED ini sangat mudah sekali panas , LED jenis ini sebaiknya ditempatkan di bagian yang mudah menyerap panas.

V. Keuntungan dan kekurangan penggunaan lampu

A. Keuntungan dan kerugian memakai Lampu Pijar
Keuntungan memakai lampu Pijar:
1) Ukuran filament kecil, maka sumber cahaya dapat sebagai titik sehingga pengaturan distribusi cahaya mudah.
2) Perlengkapan sangat sederhana sehingga dapat ditangani dengan sederhana pula.
3) Pemakaian sangat luwes
4) Biaya awal rendah
5) Pengaturan intensitas cahaya dengan bantuan dimmer bisa redup sampai terang
6) Mudah menyala
7) Tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban
Kerugian memakai lampu pijar:
1) Lumen per watt nya rendah
2) Umur lampu pijar relatif pendek sekitar (750 – 1000 ) jam, makin rendah watt makin pendek umurnya
3) Untuk Negara tropis, panas dari lampu akan menambah beban pendingin AC
4) Warna cenderung memberikan kesan hangat dan kurang sejuk
5) Hanya cocok untuk kebutuhan pencahayaan rendah

B. Keuntungan dan kelemahan lampu TL
Keuntungan dari lampu TL adalah
1) Efikasi ( lumen per watt) tinggi
2) Awet , umur bisa sampai 20000 jam (dengan asumsi lampu menyala 3 jam setiap penyalaan) makin sering dihidup matikan , makin pendek umur lampu.
3) Bentuk lampu yang memanjang, menerangi area lebih luas dengan cahaya baur.
4) Warna cahaya yang cenderung putih dingin menguntungkan untuk daerah tropis, lembab karena secara psikologis akan menyejukkan ruangan
5) Temperature suhu yang rendah
6) Produknya bermacam-macan jenis, bentuk dan warnanya
Kelemahan lampu TL adalah sbb:
1) Cahaya lampu terpengaruh frekuensi jala-jala listrik
2) Memerlukan waktu saat penyalaan lebih lama dari pada lampu pijar

C. Keuntungan dan kekurangan lampu CFL
Keuntungan dari lampu hemat energy jenis CFL antara lain:
1) Daya yang lebih rendah dengan pencahayaan yang baik
2) Umur lampu yang panjang ( 6000 – 12 000 jam )
3) Beban pendinginan berkurang ketika mengganti lampu pijar
Kekurangan dari lampu hemat energy jenis CFL antara lain:
1) Mahal
2) Output cahaya terdepresiasi dengan usia
3) Siklus pembakaran singkat memperpendek umur lampu
4) Gelombang saat CFL dengan ballast elektronik internal terdistorsi
5) Mengandung mercury

D. Keuntungan dan kelemahan lampu Halogen
Keuntungan dari lampu Halogen antara lain:
1) Harga lampu Halogen cenderung lebih murah
2) Cukup mudah untuk di dapat (tersedia banyak di pasaran)
Kelemahan lampu Halogen antara lain:
1) Konsumsi listrik relative tinggi akibat besarnya daya yang dibutuhkan
2) Lampu Halogen menghasilkan panas yang lebih besar akibat adanya radiasi dari kawat pijar
3) Lampu cepat panas, sehingga rumah lampu cepat buram

E. Kelebihan dan kekurangan lampu LED
Kelebihan dan keuntungan menggunakan lampuLED antara lain:
1) Lampu LED lebih hemat energy. Hal yang membuat lampu LED hemat adalah ukuran watt nya yang semakin kecil. Saat ini lampu LED tersedia dalam ukuran hingga 3 Watt. Oleh sebab itu jangan heran jika lampu LED dikatakan dapat menghemat pemakaian energy listrik hingga 90 %
2) Daya tahan yang lama, sehingga tidak harus sering mengganti lampu yang sering mati. Pemakaian lampu LED jauh lebih hemat disbanding lampu pijar biasa. Jika lampu pijar rata-rata hanya bertahan hingga 1000 jam pemakaian, maka lampu LED bisa bertahan hingga 50000 jam, atau jika digunakan 10 jam per hari , berarti dapat bertahan hingga 15 sampai 20 tahun lamanya.
3) Cahaya lampu lLED tidak panas. Artinya LED tidak akan membuar ruangan di rumah menjadi lebih panas lagi
4) Cahaya lampu LED tidak mengandung ultra violet (UV) yang dapat merusak mata dan kulit
5) Lampu LED lebih ramah ligkungan; selain bebas sinar UV, lampu LED tidak mengandung mercury. Zat mercury itu dapat merusak lapisan ozon dan mengganggu kesehatan manusia
Kekurangan lampu LED adalah:
1) Harga lampu LED lebih mahal jika dibanding dengan lampu biasa
2) Belum banyak diperjualbelikan
3) Sosialisasi masih kurang kepada masyarakat tentang kelebihan lampu tersebut.

VI. Penutup
Dengan adanya tulisan “mengenal lampu LED”, semoga menambah wawasan bagi yang membacanya , sehingga dapat membedakan dalam memilih lampu yang sesuai dengan kebutuhan kita dan dapat pula melihat keuntungan dan kekurangan masing-masing lampu, semoga bermanfaat, Amiin…

VII. Daftar Pustaka.
1. Hindarto Probo,2011, Mengenal jenis-jenis lampu (Pijar, Halogen, TL, LED). Diambil dari: http://www.astudioarchitect.com (7 November 2011)

2. SNI IEC 62560:2015 , Lampu LED swa-balast untuk layanan pencahayaan umum dengan tegangan > 50 V – Spesifikasi keselamatan: BSN

3. Kho Dickson 2014, Jenis-jenis komponen Elektronika beserta fungsi dan simbolnya. Diambil dari: http://teknikelektronika.com/jenis-jenis-komponen-elektronika-beserta-fungsi-dan-simbolnya/ (5 11-2014)

4. Muhamady Fitri 2016, ” Pengetahuan dan Pengujian Mutu produk LED”. Diambil dari materi pada pelatihan

5. Abi Royen 2016. Berbagai jenis Lampu LED dan Penjelasannya. Diambil dari: http://abi-blog.com/jenis-lampu-led-dan-penjelasannya/ ( 12 April 2016)

6. Aditya Revan 2014, mengenal jenis-jenis LED (Part 1 DIP);( Part 2 SMD ) dan ( Part 3 HPL dan COB ). Diambil dari: http://mazped.com/2014/09/25,26,29/mengenal-jenis-jenis-led-part-2-smd/ (25, 26 dan 29 September 2014).
38

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *